WordPress Blog

15 Tips Untuk Mempercepat Loading Blog WordPress

15 Tips Untuk Mempercepat Loading Blog WordPress 1
Ditulis oleh Irvan Nurfazri

IRVAN GEN – Segera tingkatkan kecepatan loading untuk website yang lambat! Riset telah membuktikan bahwa banyak orang yang tidak sabar saat mengunjungi website dengan loading yang lambat.

Kurang lebih 25% pengunjung keluar dari halaman website jika website tersebut tidak ter-load dengan cepat. Pengunjung akan merasa sangat jengkel dan segera keluar.

Maka dari itu segera tingkatkan kecepatan loading jika hal tersebut tidak ingin terjadi pada websitemu.

Alasan penting mengapa website harus mempunyai loading yang cepat. Dalam hal SEO(Search Engine Optimization) Kecepatan loading menjadi salah satu faktor penting dan sangat berpengaruh sekali untuk meningkatkan SEO on page.

Karena mesin pencari Google dan yang lainnya akan memasukan kecepatan loading dalam algoritmanya. Hal ini menjadi penilaian untuk website tersebut dalam peningkatan rangking di hasil pencarian.


13 Hal Yang Harus Diterapkan

  • Hosting
  • Mengetes Kecepatan WordPress
  • Menggunakan Theme Ringan
  • Plugin
  • Install Plugin Cache
  • Optimalkan Gambar
  • Menonaktifkan Hotlinking dan Leeching
  • Mengaktifkan Gzip Compression
  • Manify HTML, CSS dan JavaScript
  • Menggunakan CDN(Content Delivery Network
  • Optimalkan Database
  • Optimalkan Homepage
  • Menggunakan Lazyload untuk gambar dan video.
  • Menambahkan Expires Header dengan Static Resource
  • Disable Trackback dan Pingback

Cara Mempercepat Loading Blog WordPress

Jika kamu menerapkan beberapa trik diatas, maka secara dratis website kamu akan mempunyai loading yang sangat cepat.


1. Hosting

Gunakan hosting yang terbaik, hosting yang bagus akan mempercepat loading wordpress ketika diakses dari negara manapun. Saya sendiri sebelumnya salah menggunakan hosting. Saya memilih hosting yang dulu diserver USA, karena kesalahan tersebut blog saya sangat lambat jika diakses di Indonesia. Ya memang blog saya ditargetkan untuk pengunjung khusus yang ada di Indonesia.

Bukan hanya itu, kesalahan dalam memilih hosting membuat blog saya sering down dan pada akhirnya saya berniat untuk pindah layanan.

Setelah pindah ke layanan hosting yang baru dan memilih server lokal, blog ini mempunyai peningkatan dalam kecepatan loading.

Maka dari itu pilih hosting yang terbaik seperti HostGator, GoDaddy, NameCheap dan masih banyak lagi. Untuk hosting lokal Niagahoster, idCloudhost, RumahWeb, Jagoanhosting dan masih banyak lagi.


2. Mengetes Kecepatan Website

Sebelum memulai optimasi WordPress, kamu harus mengetahui keadaan website kamu sendiri. Ada banyak tools gratis yang dapat kamu gunakan untuk mengetes kecepatan loading, salah satunya, GTmetrix. Tools ini sering saya gunakan untuk menganalisa perfoma website.

Selain itu tools gratis lainnya adalah Pingdom.

Tested by GTmetrix

Analisis website on GTmetrix - #IRVANGEN

Analisis website on GTmetrix – #IRVANGEN

Tested by Pindom

Analisis website on Pingdom - #IRVANGEN

Analisis website on Pingdom – #IRVANGEN


3. Gunakan Theme WordPress Yang Ringan

Kamu bisa mencari theme yang benar – benar ringan, responsive, user frindly dan pastinya SEO, entah itu theme gratis ataupun berbayar.

Ada banyak theme pada directory WordPress, tinggal kamu sesuaikan saja dengan tipe blogmu. Misalkan kamu memiliki situs wordpress tipe blog, maka gunakan theme yang ringan dengan tipe blog, jangan menggunakan theme tipe News, Portofolio ataupun online shop.


4. Plugin – Hapus Plugin Yang Tidak Diperlukan

Menggunakan plugin untuk menambah fitur baru di situs dan membuat website kamu tetap relevan, modern dan pastinya keren. Namun, terkadang plugin menggantikan fungsional fitur asli sehingga membuatnya kurang berfungsi, bahkan tidak berfungsi sama sekali.

Kamu akan menyadari, bahwa situs kamu yang dipenuhi plugin itu jarang digunakan. Dengan banyaknya plugin yang terinstall, khususnya untuk plugin yang tak terpakai akan membuat website menjadi berat. Hal ini dapat mengganggu kinerja WordPress.

Maka itu gunakan plugin sesuai dengan kebutuhan.


5. Install Plugin Cache

Caching merupakan mekanisme yang baik untuk offload beberapa beban dari server web. Dasarnya caching engine menyimpan informasi yang sering kali digunakan di sistem client.

Jadi browser tidak perlu mengambil informasi berulang – ulang dari server. Oleh karena itu Cache dikenal sebagai salah satu teknik terkemuka untuk mengatur perfoma wordpress.

Gunakan plugin cache untuk menyimpan informasi di website kamu. Kamu bisa menggunakan plugin cache terbaik seperti WP Fastest Cache, W3 Total Cache, WP Super Cache dan masih banyak lagi.

Untuk saat ini saya menggunakan plugin WP Rocket, karena pengaturannya sangat mudah dan sangat powerfull. Namun untuk plugin ini sayangnya tidak menyediakan versi gratis. Alternatifnya kamu bisa gunakan plugin cache yang sudah disebutkan diatas.

Baca tutorial Cara Setting WP Rocket & Cara Setting WP Fastest Cache.


6. Optimasi Gambar

Gambar dengan size besar menjadi faktor utama saat website di load lambat. Untuk itu selalu optimalkan gambar dalam konten, ada beberapa plugin untuk optimasi gambar yang mengurangi ukuran file secara drastis namun tidak mengurangi kualitas.

Kamu bisa gunakan plugin WP SmushIt, plugin ini bekerja dengan otomatis sehingga kamu tidak perlu repot – repot melakukan kompres satu per satu gambar.


7. Menonaktifkan Hotlinking dan Leeching Konten

Hotlinking adalah bentuk pencurian bandwith, ini dapat terjadi ketika situs lain mengambil gambar dari konten kamu menggunakan live link, sehingga membuat beban server kamu menjadi tinggi.

Hal ini akan bertambah karena semakin banyak orang yang mengikis konten kamu menjadi lebih populer. Untuk itu matikan hotlinking dan leeching konten menggunakan script dibawah ini. Tambahkan pada htaccess di hosting.

silahkan ubah dengan namadomain dan url feedburner masing – masing.


8. Mengaktifkan Gzip Compression

Kamu dapat memanfaatkan form terpisah dari compression, yaitu Gzip Compression. Intinya, kapanpun seseorang yang mengunjungi situs kamu, resource dari server akan diambil. Semakin besar resource, semakin banyak juga waktu yang dibutuhkan untuk load resource pada client end.

Dengan mengaktifkan Gzip Compression, kamu dapat memperkecil ukuran resource tersebut secara substansial. Hal ini dapat mempercepat loading WordPress.

Untuk mengecek apakah situs kamu sudah menggunakan Gzip compression atau belum. Bisa gunakan tools checkgzipcompression.com jika belum maka aktifkan lewat htaccess.

Jika menggunakan plugin WP Rocket, maka dengan otomatis situsmu sudah menggunakan Gzip Compression.


9. Manify HTML, CSS dan JavaScript

Manify salah satu teknik yang berguna saat kamu meningkatkan kecepatan perfoma website. Teknik manify akan memperkecil ukuruan file front-end dan script (HTML, CSS dan JavaScript) dengan cara menghapus karakter yang tidak terkait, seperti komentar dan space. Fungsional yang sama dihadirkan tanpa tambahan bulk.

Plugin seperti Autoptimize, WP Rocket dan W3 Total Cache dapat membantu kamu saat melakukan proses manify.


10. Menggunakan Layanan CDN

Website kamu akan diakses dari berbagai negara, terkadang jarak menjadi masalah besar pada waktu respon. Kebanyakan situs menyelesaikan masalah ini yaitu, menggunakan layanan CDN (Content Delivery Network).

Saat website kamu mengaktifkan CDN, browser milik klien tidak perlu lagi menerima setiap halaman dari server web. Beberapa halaman statis akan ditempatkan di datacenter yang terdekat dengan lokasi klien. Hal ini dapat mengurangi jumlah total request yang ditangani oleh server web sebagai hasil dari peningkatan perfoma wordpress.

Ada beberapa layanan CDN yang disediakan secara gratis, yang paling populer adalah Cloudflare, selain itu ada juga Hostry.


11. Mengoptimalkan Database

Untuk mengoptimalkan database, kamu bisa menggunakan plugin WP-Optimize dan WP Rocket. Plugin WP-Optimize melakukan hanya satu tugas sederhana yaitu, mengoptimalkan database (Revisi, Spam, draft, tabel, dan masih banyak lagi) untuk mengurangi overhead pada database WordPress.

Plugin WP-Optimize dapat kamu install gratis dan sangat membantu, namun jika kamu menggunakan plugin WP Rocket, maka tidak perlu menginstall apapun karena WP Rocket sudah terdapat fitur Database Optimize.


12. Mengoptimalkan Homepage

Beberapa hal mudah yang bisa kamu lakukan untuk mengoptimalkan homepage, tampilkan bagian paling penting dari website. Tidak perlu banyak riasan widget yang membuat website dimuat lambat.

Hal yang bisa kamu terapkan untuk mengoptimalkan homepage

  • Hapus widget yang tidak diperlukan oleh pengunjung, seperti statistik web.
  • Tampilkan hanya kutipan artikel saja, bukan full posting.
  • Mengurangi jumlah konten pada halaman website, gunakan 8-10 saja. Saya sendiri hanya menampilkan 5 konten untuk satu halaman.
  • Hapus plugin yang tidak diperlukan, dan lagi – lagi widget, yap jangan terlalu banyak widget pada homepage.
  • Buat se-minimal mungkin, karena pengunjung yang datang hanya untuk konten, bukan melihat pernak – pernik website.

Dengan tampilan website yang bersih, akan membuat pengunjung betah.


13. Menggunakan Lazyload Untuk Gambar

Lazyload bekerja untuk memuat gambar belakangan, gambar akan muncul jika pengunjung menggulir konten kebawah. Hal ini tentu bukan hanya mempercepat loading website, namun juga dapat menghemat penggunaan bandwith dengan memuat sedikit data bagi penggunjung yang tidak menggulir semua halaman kebawah pada halaman website kamu.

Untuk menggunakan Lazyload dengan otomatis, kamu bisa menginstall plugin Lazyload. Bagi kamu yang menggunakan WP Rocket, tidak perlu menginstall plugin tersebut. Karena WP Rocket sudah terdapat fitur lazyload.


14. Menambahkan Expires Header Dengan Static Resource

Expires Header adalah cara untuk menentukan waktu yang cukup dimuat oleh pengunjung berikutnya sehingga pengunjung tidak perlu mengambil kembali konten statis (javascript, file css, gambar dan lainnya).

Dengan menambahkan Expires Header dapat memotong waktu beban secara signifikan untuk pengguna. Silahkan copy-paste kode dibawah ini, dan tambahkan pada htaccess.

Lagi – lagi WP Rocket, jika kamu menggunakan plugin ini, maka tidak perlu menambahkannya lagi. Selain WP Rocket, WP Fastest Cache dan plugin cache lainnya juga sudah menyediakan fitur ini.


15. Disable Trackback dan Pingback

WordPress secara default berinteraksi dengan blog lain yang dilengkapi dengan trackback dan pingback.

Setiap kali blog lain mengaitkan situs kamu, itu akan memberitahu situs kamu yang pada gilirannya update data pada post. Mematikan trackback dan pingback tidak akan menghancurkan backlink yang menuju situs kamu, hanya pengaturan yang mengahsilkan banyak pengerjaan untuk websitemu.

Langkah – langkah mematikan trackback dan pingback.

  • Klik pengaturan pada halaman admin
  • Diskusi
  • Hilangkan centang pada Allow link notifications from other blog (pingback and trackback)

Tips Tambahan

Blog kamu akan menjadi cepat saat di load jika menggunakan versi AMP (Accelerated Mobile Page). Blog akan dimuat lebih cepat jika pengunjung mengakses menggunakan smartphone, AMP sangat disarankan oleh Google sehingga menjadikan website kamu mendapatkan peringkat yang lebih baik dalam mesin pencarian.


Penutup

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan mengenai Cara Mempercepat Loading Blog WordPress. Kamu juga mungkin tertarik untuk membaca Tutorial Setting Plugin Yoast SEO untuk Pemula. Jika kurang mengerti atau salah dalam penulisan maupun penyampaian, silahkan diskusikan di form komentar, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Tentang Penulis

Irvan Nurfazri

No one can bring you true happiness except Allah

2 Comments

Komen Ahh