Apa itu Anchor Text? Mengapa Begitu Penting Untuk SEO


anchor text

IRVAN GEN – Dalam berbagai teknik SEO, mungkin anchor text merupakan salah satu strategi SEO yang sering dilewatkan. Pedahal anchor text cukup penting dalam mengoptimalkan blog.

Mulai dari sekarang, sudah saatnya kamu menerapkan anchor text ini pada blog yang sedang kamu kelola.

Semoga dalam artikel ini dapat membantu teman – teman untuk memahami segala aspek tentang anchor text. Mulai dari pengertian, fungsi, jenis – jenis dan cara membuat anchor text yang membantu mengoptimasi blog di mesin pencarian.


Apa itu Anchor Text?

Anchor text merupakan potongan text yang berisi tautan link dan bisa diklik. Bentuknya berbeda dari text biasa. Di mesin pencarian anchor text umumnya berwarna biru atau berupa text yang di garisbawahi.

Teks ini sangat berguna sebagai informasi untuk mesin pencari dan pengguna mengenai blog yang dilampirkan.


Mengapa Anchor Text Sangat Penting

Bagi Google, anchor text merupakan deskripsi isi dari sebuah konten. Google mengandalkan anchor text untuk mengetahui informasi apa saja tentang blog atau laman.

Semakin banyak pengguna yang merujuk ke suatu laman, maka semakin relevan konten kamu dengan yang dicari oleh pengguna internet.

Dengan istilah lain, anchor text ikut mempengaruhi ranking di mesin pencarian.

Meskipun logikanya sama, cara Google dalam menilai seberapa relevan sebuah konten ikut berubah. Berarti ada perubahan system untuk menentukan ranking blog di mesin pencarian.

Anchor-Text

Kita kembali lagi ke masa lalu, sebelum tahun 2000-an, Google sangat mengistimewakan keberadaan anchor text dan menganggap bahwa anchor text mampu mendeskripsian laman secara lebih tepat dibanding dengan laman itu sendiri.

Bukan cuma itu, anchor text juga di andalkan untuk menujukan laman yang belum mampu di indeks oleh mesin berbasis teks.

Namun sayangnya pengertian seperti ini rawan dimanipulasi. Bagi seorang internet markerter bisa saja menaruh anchor text dan keyword  sebanyak – banyaknya untuk mendapati posisi teratas di pencarian.

Akan tetapi di tahun 2012 lalu, Google menerapkan algortima barunya yang bernama Google Penguin. Algoritma yang satu ini khusus dibuat untuk mengurangi spam dan mengeliminasi blog curang di mesin pencarian.

Dengan begitu, Google Penguin juga berusaha memaksimalkan konten yang relevan supaya bisa muncul di mesin pencarian.

Maka dari itu sangat penting untuk memahami bagaimana achor text dapat bekerja. Karna salah satu unit SEO ini mengikuti penentuan seberapa relevan konten kita di mesin pencarian.

Baca: Update Algoritma Google 2019


6 Jenis Anchor Text

Sebenarnya ada beberapa anchor text, namun dibawah ini saya akan membahas enam jenis anchor text yang sering digunakan.

1. Branded

Anchor text yang berupa brand atau nama merk. Anchor text jenis ini cukup aman digunakan asalkan kamu tidak menggunakannya untuk merujuk pada brand blog kamu sendiri.

Contohnya, ‘IRVAN GEN’ tidak disarankan untuk membuat anchor text yang menyebutkan IRVAN GEN tanpa konteks spesifik.

Contoh Kode:


2. Generic

Anchor text jenis generic ini berupa petunjuk atau perintah. Contoh yang sering digunakan oleh penulis seperti “Klik disini”

Contoh Kode:


3. Exact-match

Anchor text menggunakan keyword yang sam persis dengan tautan link yang dilampirkan. Misalnya tautan mengenai “Panduan Blogspot Untuk Pemula” memiliki anchor text “Panduan Blogspot Untuk Pemula”

Contoh Kode:


4. Partial-match

Berbeda dengan Exact-match. Anchor text jenis ini memodifikasi keyword utama dari tautan yang dilampirkan. Contohnya seperti, tautan mengenai “template blogger terbaik” memiliki anchor text “rekomendasi template blogger SEO”

Contoh Kode:


5. Naked link

Anchor text jenis naked link merupakan anchor link yang memperlihatkan tautan secara langsung.

Contoh Kode:


6. Image

Jenis anchor text yang terakhir, teks yang digunakan sebagai anchor di ambil dari alt-text dalam sebuah gambar. Jika alt-text tidak di isi pada gambar, maka anchor text akan kosong.

Contoh Kode:

Baca: Cara Meningkat Pengunjung Blog Dengan Cepat


Cara Membuat Anchor Text

Untuk membuat anchor text cukup mudah. Tentukan keyword dan berikan tautan dalam beberapa klik.

Tapi, sebaiknya kamu ingat prinsip – prinsip dibawah ini. Apalagi kalau bukan tips menghindari pinalty dari Google.

1. Gunakan Anchor Text Secara Efisien

Memberikan informasi kepada mesin pencari dan pengguna internet. Itulah salah satu fungsi dari anchor text. Jadi gunakan anchor text dengan sewajarnya, bijak dan efisien.

Carilah keyword yang benar – benar bisa mendeskripsikan konten yang dirujuk. Jika 2 keyword saja sudah cukup, pakailah 2 kata saja. Tapi jika memang perlu lebih panjang, silahkan diterapkan.

Kembali lagi, pada prinsipnya usahakan dalam menggunakan anchor text sesingkat mungkin dan menarik calon pengunjung untuk mengklik konten kamu.

2. Tautkan Konten yang Relevan

Kecocokan antara anchor text dengan konten tautan dapat membantu meningkatkan posisi di mesin pencarian. Maka tidak ada pilihan lagi selain hanya menautkan konten yang sesuai pada anchor text yang di buat.

Jika melakukan hal sebaliknya justru akan membuat pengunjung cepat – cepat menutup halaman. Ini yang membuat bounce rate blog kamu semakin tinggi.

Siapapun yang menginginkan ranking indeksasi tertinggi tidak mau memiliki bounce rate yang tinggi.

… Benar?

3. Gunakan Berbagai Jenis Anchor Text

Anchor text yang dipakai secara berulang,  akan dianggap tidak wajar. Google menganggap cara itu adalah upaya untuk mencurangi ranking system. Sudah bukan hal yang aneh jika kemudian Google memberikan pinalty kepada blog atau website yang dianggap ‘nakal’.

Solusinya, kamu perlu variasikan anchor text yang digunakan. Jangan hanya terpaku pada satu jenis saja.

Sebenarnya, beberapa blog mencoba memformulasikan presentsi jenis anchor text yang boleh dipakai dalam suatu blog. Misalkan, Branded anchor hanya digunakan 40%, Naked link anchor hanya 20%, Partial-match hanya sebesar 5% dan seterusnya.

Namun, saya sadar bahwa formula tersebut ‘tidak bisa berlaku bagi semua pemilik blog‘. Banyak sedikitnya anchor text yang dapat dipakai sangat tergantung dari otoritas domain (DR).

Blog dengan DR tinggi bisa memiliki exact-match anchor text lebih banyak dibandingkan dengan blog DR rendah.

Maka dari itu, cara paling aman adalah membuat variasi anchor text yang kamu pakai.

4. Pakai Sinonim Keyword Untuk Anchor Text

Untuk menghindari keyword secara berulang juga bisa menggunakan sinonim dari keyword tersebut. Cara ini akan menghindarkan blog dari ‘over-optimization‘ yang berakhir dengan pinalty dari Google.

Tidak perlu khawatir dengan perfoma sinonim dari sebuah keyword. Google sudah memiliki sistem Latent Semantic Indexing (LSI) dalam algoritmanya.

Karna sistem ini juga, kamu bisa membuat konten dengan User Experience yang Optimal.

Baca: Penyebab Blog Kena Deindex Google dan Bagaimana Cara Mengatasinya


Kesimpulan

Anchor text mungkin merupakan element SEO yang sering dilewatkan, pedahal strategi ini cukup mudah bila diterapkan.

Melalui artikel ini semoga dapat memberikan solusi dan saya berharap kamu bisa meningkatkan ranking halaman blog atau website dengan optimasi Anchor Text.

Jika kamu seorang blogger yang cukup berdedikasi atau internet marketer. Strategi ini sangat sayang untuk dilewatkan.

Baca: Cara Menulis Artikel Berkualitas & SEO Friendly


Penutup

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan mengenai Pengertian Anchor Text & Cara Membuatnya. Jika kurang mengerti atau salah dalam penulisan maupun penyampaian, silahkan diskusikan di form komentar, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Nilai kualitas konten


Irvan Nurfazri
Fakir ilmu yang selalu berusaha memantaskan diri dihadapan-Nya.Menulis apa yang saya sukai dan berbagi apa yang saya ketahui.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *