Blog

Cara Memasang Schema Markup FAQ Dengan Google Tag Manager

Schema Markup dapat digunakan untuk mendeskripsikan data atau sebuah informasi yang kita miliki supaya nanti bisa digunakan kembali dengan mudah.

Dengan stuktur data (schema markup) ini, mesin pencari dapat mengelompokkan informasi yang kita miliki. Misalnya saja, konten kamu tedapat schema review, event atau resep, maka schema ini berfungsi untuk memberitahu bentuk konten kepada Google.

Dengan begitu Google dapat menyesuaikan tampilan konten agar lebih menarik dan memungkinkan konten tersebut akan tampil lebih menonjol dalam hasil pencarian.

Baca: 7 Algoritma Google yang Wajib Kamu Ketahui

Namun, selain memasang schema markup yang sudah saya sebutkan diatas, masih ada struktur data markup yang mungkin akan berguna kedepannya untuk blog kamu.

Salah satunya adalah schema markup FAQPAGE


Apa itu Schema Markup FAQPAGE

Ketika kamu sedang mencari sesuatu di mesin pencari, apakah pernah melihat tampilan seperti gambar dibawah ini?

Data struktur FAQPAGE berfungsi untuk menunjukkan bahwa halaman tersebut dianggap memiliki bagian dengan pertanyaan – pertanyaan yang sering diajukan.

Dengan schema markup FAQPAGE ini, kamu dapat membuat jawaban dari pertanyaan yang sering diajukan oleh orang – orang.

Misalnya, seseorang bertanya blog IRVAN GEN membahas apa saja, kemudian kita dapat menyimpulkan jawaban tersebut melalui struktur data FAQ ini.


Cara Menambahkan Schema FAQ Menggunakan Google Tag Manager

Google baru – baru ini telah mengumumkan bahwa mereka akan mendukung structured data markup How-To &  FAQ dalam Google Asisten dan Google Search.

Sementara itu, untuk menerapkan struktur data FAQ mungkin tidak mengarah ke posisi peringkat lebih tinggi, namun memberi keunggulan kompetitif melawan pesaing kamu.

Dalam artikel ini, saya akan menunjukkan bagaimana cara menambahkan, menguji, dan memvalidasi kode schema FAQ pada halaman web manapun.

Saya sudah melihat penggunaan awal memanfaatkan sepenuhnya schema markup ini, dengan FAQ yang ditampilkan cukup menonjol untuk pencarian kata kunci komersial.

Contoh 1

Contoh 2

Sebelum kita menyelami implemetasi, kamu perlu tahu apa yang dikatakan oleh Google:

“Using structured data enables a feature to be present, it does not guarantee that it will be present. The Google algorithm tailors search results to create what it thinks is the best search experience for a user, depending on many variables, including search history, location, and device type. In some cases, it may determine that one feature is more appropriate than another, or even that a plain blue link is best.”

Google: https://developers.google.com/search/docs/guides/sd-policies

“Menggunakan data terstruktur memungkinkan fitur hadir, itu tidak menjamin bahwa itu akan hadir. Algoritme Google menyesuaikan hasil pencarian untuk menciptakan apa yang dianggapnya sebagai pengalaman pencarian terbaik untuk pengguna, tergantung pada banyak variabel, termasuk riwayat pencarian, lokasi, dan jenis perangkat. Dalam beberapa kasus, ini mungkin menentukan bahwa satu fitur lebih tepat daripada yang lain, atau bahkan bahwa tautan biru polos adalah yang terbaik. ”


Langkah pertama – Pastikan struktur konten di blog kamu memenuhi panduan Google

Pada langkah yang sangat sederhana ini, struktur konten di blog / website harus memenuhi pedoman Google agar dapat ditampilkan dalam SERP untuk situs web kamu.

Google memiliki daftar yang jelas tentang FAQ data terstruktur; di bawah ini adalah pedoman Google dari apa yang harus kamu lakukan dan apa yang tidak boleh kamu lakukan.

Dibawah ini merupakan contoh halaman FAQ yang mengikuti pedoman Google, agar dapat divalidasi, dan ditampilkan dalam SERPs.

Baca: Apa itu Anchor Text

Contoh 1

Saya telah memilih untuk menampilkan FAQ menggunakan style accordion.

cara memasang schema faq
cara memasang schema faq

Langkah kedua – Membuat kode schema JSON-LD yang Diperlukan

Pada langkah ini kita akan membuat kode schema yang diperlukan menggunakan JSON-LD agar FAQ tersebut muncul pada SERPs.

JSON-LD merupakan bahasa scripting yang dapat memungkinkan, mengomunikasikan informasi penting ke mesin pencari dan Google lebih menyukai markup ini untuk data struktur.

We currently prefer JSON-LD markup. I think most of the new structured data that are kind of come out for JSON-LD first. So that’s what we prefer.

— John Mueller – Google Webmaster Trends Analyst

Secara keseluruhan, kode untuk schema FAQ ini sangat mudah dibuat, kamu hanya memastikan kalau pertanyaan dan jawaban di halaman FAQ yang akan dibuat harus sama dengan apa yang akan ditampilkan pada SERPs.

Contoh FAQ Pada Halaman

Contoh kode schema FAQ

<script type="application/ld+json">
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "FAQPage",
"mainEntity": [{
"@type": "Apa itu Hype Game?",
"acceptedAnswer": {
"@type": "Answer",
"text": "<p>Hype Game adalah Portal Online dimana kamu dapat menemukan berbagai konten menarik. Saat ini kami hanya fokus pada dua topik utama, diantaranya adalah Game dan Gadget.</p><p>Kami mengulas topik tersebut dari segala informasi yang berhubungan dengan game, tips dan trik, game guide dan memberikan rekomendasi produk teknologi terbaik.</p>"
}]
}
</script>

Ketika kamu membuat kode JSON-LD sendiri, kamu harus mengubah element kode schema FAQ untuk mematuhi salinan dari Halaman FAQ blog.

Sebelum lanjut memasang FAQPAGE. kode schema FAQ dibawah ini dapat kamu salin terlebih dahulu ke notepad atau text editor.

<script type="application/ld+json">
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "FAQPage",
"mainEntity": [{
"@type": "Question",
"name": "ISI PERTANYAAN DISINI",
"acceptedAnswer": {
"@type": "Answer",
"text": "ISI JAWABAN DISINI"
}
}, {
"@type": "Question",
"name": "ISI PERTANYAAN DISINI",
"acceptedAnswer": {
"@type": "Answer",
"text": "ISI JAWABAN DISINI"
}
}, {
"@type": "Question",
"name": "ISI PERTANYAAN DISINI",
"acceptedAnswer": {
"@type": "Answer",
"text": "ISI JAWABAN DISINI"
}
}, {
"@type": "Question",
"name": "ISI PERTANYAAN DISINI",
"acceptedAnswer": {
"@type": "Answer",
"text": "ISI JAWABAN DISINI"
}
}, {
"@type": "Question",
"name": "ISI PERTANYAAN DISINI",
"acceptedAnswer": {
"@type": "Answer",
"text":"ISI JAWABAN DISINI"}
}]
}
</script>

Cara Memasang Kode Schema FAQ Dengan Google Tag Manager

Langkah ini sangat penting diperhatikan untuk markup dengan benar di halaman blog yang kamu inginkan.

Pertama, buka Google Tag Manager dan klik Create Account terlebih dahulu jika kamu belum memiliki akun GTM.

Kemudian isi data seperti contoh dibawah ini.

Langkah selanjutnya klik Create. Pasang kode ini pada blog tepat dibawah <head> dan kode dibawahnya letakkan tepat dibawah <body>


Sampai disini kita mulai membuat tag baru. Ikuti langkah dibawah ini

  1. Klik menu Tag kemudian pada samping pojok pilih New

  2. Selanjutnya klik Tab Configurationcari tag Custom HTML.
  3. Masukan kode schema FAQ diatas yang sudah disave dan diedit.
  4. Selanjutnya gulir ke bawah, untuk menambahkan triger.
  5. Klik ikon plus (+) pada bagian pojok atas, kemudian pilih trigger Page View.
  6. Pada tab Trigger Configuration, cocokkan pengaturannya seperti gambar dibawah ini. Perhatikan pada baris ketiga, disini isi dengan url halaman FAQ blog kamu, misalkan domainkamu.com/faq, maka hanya isi /faq saja. Tidak dengan nama domain. Setelah selesai klik Save.
  7. Beri nama untuk trigger tersebut, saya sendiri memberi nama “SEO Schema FAQ”.
  8. Langkah selanjutnya, klik Save dibagian pojok kanan atas.
  9. Setelah melewati beberapa langkah diatas, sampai disini kita telah berhasil membuat tag untuk schema FAQ. Selanjutnya klik Submit.

Untuk memastikan apakah semuanya sudah benar, kita lalukan validasi menggunakan tool Rich Test Result, masukan url halaman FAQ yang sudah dibuat.

Gambar diatas menunjukan bahwa halaman FAQ pada blog sudah memenuhi syarat. Artinya, kita telah berhasil memasang kode schema FAQ menggunakan Google Tag Manager, dan siap untuk tampil dalam SERPs. Berikut cuplikannya.


Kesimpulan

Markup FAQPAGE berfungsi untuk menunjukkan bahwa halaman tersebut dianggap memiliki pertanyaan yang sering diajukan.

Sehingga ketika seseorang menanyakan sesuatu tentang blog kamu di pencarian Google, jawaban tersebut akan lebih ditonjolkan oleh Google pada SERPs.

Sementara itu, untuk menerapkan struktur data FAQ mungkin tidak mengarah ke posisi peringkat lebih tinggi, namun memberi keunggulan kompetitif.

Demikianlah artikel mengenai schema FAQPAGE, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kesalahan dalam penulisan atau tidak sepenuhnya paham. Silahkan diskusikan di form komentar dibawah ini.

Written by Irvan Nurfazri
No one can bring you true happiness except Allah. Founder Hobigame.net Instagram : ig.com/irvan_gen Profile

15 Replies to “Cara Memasang Schema Markup FAQ Dengan Google Tag Manager”

  1. artikel yang bermanfaat mas irvan !!!
    tapi saya masih belum tahu cara masukin code kalo pake blogspot ?
    saya sudah coba masuk di menu tema dan edit html hanya saja code yang copy dari google tag manager tidak dapat di simpan di bawah ta . mohon pencerahann nya gan.

    1. Di blogspot gak perlu ditambahin kode apa-apa mas. Cukup buat halaman FAQ nya, lalu kode schema di pasang di Google Tag Manager pertanyaan dan jawaban harus sesuai dengan halaman yang dibuat di blogspot. Harus sesuai ya mas. Next time saya ulas cara pasang Schema FAQ di blogspot.

    1. Markup JSON-LD maupun microdata sekaligus jika langsung diterpakan lewat halaman HTML, sepertinya tidak bisa gan, karena JSON-LD adalah kode markup berbasis JavaScript yang harus dipasang pada theme/template.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *