11 Penyebab Blog Deindex Google dan Bagaimana Cara Mengatasinya?


8 shares
Deindex Google
4.67/5 (3)

IRVAN GEN – Apa yang kamu rasakan jika Blog atau Website tidak muncul di hasil pencarian Google? Tentu kamu akan kehilangan traffic dalam jumlah besar, terkait Google merupakan mesin pencari paling populer di dunia, termasuk di Indonesia.

Search Engine Market Share Indonesia - #irvangen
Search Engine Market Share Indonesia – #irvangen

Di negara kita sendiri, penguasa pangsa mesin pencari oleh Google sangat amat besar, yaitu sekitar 97.24%, sementara yang lain 1.52% untuk Yahoo, 0.73% untuk Bing dan 0.31% untuk DuckDuckGo di Indonesia.

Jika kamu sudah melakukan submit URL ke search console Google, blog kamu memang akan ke indeks Google. Jadi Google bisa melakukan crawl ke blog dan menampilkannya di hasil pencarian.

Namun, sayangnya ada situasi dimana Google bisa melakukan deindex pada blog kamu yang menyebabkan blog tidak muncul di hasil pencarian Google.

Nah, pada artikel ini saya akan membahas mengenai deindex Google, penyebabnya dan bagaimana cara mengatasi deindex jika terjadi pada situs kamu.


Apa Itu Deindex Google?

Deindex Google merupakan situasi dimana blog kamu sudah tidak masuk dalam indeks Google sehingga blog kamu tidak akan ditemukan di hasil pencarian Google.

Meskipun berkali – kali melakukan pencarian dengan berbagai macam kata kunci, website yang sudah kena deindex Google tidak akan muncul di pencarian Google

Google melakukan deindex untuk memberikan pengalaman terbaik kepada penggunanya sehingga mereka tidak akan membuka situs yang sedang bermasalah.

Deindex Google disebabkan oleh berbagai hal, biasanya blog melakukan pelanggaran terhadap guideline yang telah ditetapkan Google, mulai dari rendahnya konten sampai terindikasi kode berbahaya di blog / website.


Cara Cek Domain Deindex atau Tidak

Sebelum mengetahui penyebab domain mengalami deindex atau tidak, lakukan pengecekan terlebih dahulu dengan cara mengetikkan query “site:namadomain.com“di pencarian Google.

cek domain dengan query url - #irvangen
cek domain dengan query url – #irvangen

Kamu juga dapat melakukan pengecekan apakah artikel mengalami deindex dengan query “site:namadomain.com/url-artikel/ ” atau bisa juga dengan cara “site:namadomain.com judul artikel ”

Apabila muncul beberapa list judul artikel yang dicari dari situs blog kamu, bisa dipastikan domain atau artikel pada blog kamu tidak mengalami deindex.

Apabila domain / artikel tidak muncul setelah di cek, maka berikut beberapa penyebab mengalami deindex.


Penyebab Deindex Google dan Cara Mengatasinya

Google sudah menetapkan guideline untuk menentukan kualitas blog atau website seperti apa yang layak masuk indeks Google. Google sangat ketat dalan penetapan guideline ini karna berkaitan dengan kualitas pengalaman usernya.

Jika hasil pencarian menampilkan blog / webiste yang bermasalah, tentu pengguna Google akan kehilangan kepercayaannya terhadap Google.

Berikut 11 penyebab deindex Google yang harus kamu hindari. Jika sudah terlanjur melakukan salah satu diantaranya, dibawah ini juga akan dijelaskan bagaimana cara untuk mengatasinya atau pencegahannya.

1. Duplikat Konten

Ada 2 jenis duplikat konten, yang pertama duplikat konten dari situs lain dan yang kedua duplikat konten dengan situs sendiri.

Duplikat konten jenis pertama merupakan kegiatan seseorang yang menyalin mentah – mentah seluruh isi konten dari sebuah blog kemudian menerbitkannya di blog sendiri, istilahnya copas.

Google bisa mendeteksi jika konten tersebut hasil duplikat atau salinan dari blog lain.

Kedua, duplikat konten bisa juga terjadi ketika kamu membuat beberapa halaman di blog dengan konten yang sama persis.

Kadang hal ini terjadi ketika kamu ingin mengupdate konten menggunakan URL baru. Tentu, kamu tidak bisa menggunakan 2 URL yang berbeda untuk satu konten yang sama.

Cara Mengatasi:

Untuk solusi dari duplikat konten jenis ke-2 adalah dengan cara redirect 301. Redirect 301 akan mengarahkan URL lama ke URL baru dan memnberikan sinyal kepada bot untuk crawling ke URL baru.

Jika menggunakan WordPress akan lebih mudah untuk melakukan redirect 301 dengan menggunakan bantuan plugin Redirection.

Duplikate konten jenis pertama, menyalin konten dari blog / website lain adalah praktik yang harus kamu hindari sejak awal membangun blog.

Selain memberikan sinyal buruk kepada Google, kamu juga membangun reputasi buruk jika mencuri isi konten orang lain.


2. Konten Terlalu Sedikit

Konten yang terlalu sedikit jumlah katanya dapat menyebabkan deindex pada blog atau website kamu. Mengapa bisa begitu? Karna Google ingin memberikan jawaban solutif dan paling lengkap kepada penggunanya.

Google menggarap konten – konten yang terlalu sedikit sebagai konten berkualitas rendah. Menurut Backlinko.io konten yang ideal setidaknya memiliki jumlah kata sekitar 1890 kata.

11 Penyebab Blog Deindex Google dan Bagaimana Cara Mengatasinya? 1

Cara Mengatasi:

Jika kamu memiliki beberapa konten yang terlalu pendek, sebaiknya perbaiki untuk menambahkan isi konten selengkap mungkin.

Kamu bisa memperkaya isi konten kamu dengan menggunakan foto, infografik, ilustrasi bahkan video. Kamu bisa mengikuti Panduan Menulis Artikel Berkualitas dan SEO Friendly yang Baik dan Benar.


3. Keyword Stuffing

contoh keyword stuffing - #irvangen
contoh keyword stuffing – #irvangen

Keyword Stuffing merupakan praktik SEO lama yang sudah tidak layak diterapkan lagi.  Mengapa demikian? Sepuluh tahun yang lalu praktik SEO dengan menggunakan teknik ini mungkin masih efektif.

Kamu hanya menulis artikel yang terdiri dari 300 kata dan menjejalinya dengan fokus keyword yang tidak wajar dan bisa mendapatkan ranking tertinggi di hasil pencarian Google.

Kini Google sudah pintar dalam menilai konten yang kamu buat, contohnya adalah mengecek apakah sebuah artikel dijejali kata kunci secara wajar atau tidak.

Konten yang dijejali kata kunci dengan tidak wajar malah akan mendapatkan nilai buruk di mata Google, kemungkinan terburuknya akan mengalami deindex.

Cara Mengatasi:

Seorang penulis konten menggunakan berbagai macam variasi keyword untuk mencari topik tertentu. Kamu perlu mengetahui variasi keyword tersebut agar artikel yang dibuat menjadi lebih manusiawi.

Kamu bisa menemukan berbagai macam variasi keyword menggunakan LSI Keyword…

LSI merupakan singkatan dari Latent Semantic Indexing.

LSI keyword merupakan kumpulan kata kunci yang di temukan dalam satu topik tertentu dan saling berhubungan secara semantik.

Untuk menemukan variasi keyword tersebut, kamu dapat menggunakan layanan LSIGraph dan LSIKeywords.


4. Link Tidak Natural

Link building atau backlink merupakan salah satu strategi penting dalam hal SEO. Namun, bukan berarti kamu bisa mengakuisisi backlink sembarangan.

Kamu perlu mempertimbangkan kualitas web, reputasi dan indikator lainnya dalam memilih situs web untuk dijadikan sumber backlink.

backlink tidak natural - #irvangen
backlink tidak natural – #irvangen

Mengakuisisi situs web sebagai sumber backlink yang salah bisa berakibat fatal, bahkan alih – alih mendapatkan backlink untuk meningkatkan SEO, blog kamu bisa terkena deindex.

Situs apa yang sebaiknya harus kita hindari untuk dijadikan sumber backlink? Beberapa jenis web yang perlu kamu hindari seperti website pornografi, judi dan Private Blog Network (PBN).

Memang ada sebagian orang beranggapan bahwa PBN lebih baik untuk dijadikan sumber backlink. Namun, jika dipikir kembali, jenis situs PBN ini merupakan situs link farming dan directory link, dimana hal ini tidak baik untuk meningkatkan kualitas SEO.

Cara Mengatasi:

Kamu bisa mengecek kembali website – webiste yang sudah memberikan backlink ke blog kamu dengan menggunakan bantuan Google Search Console. Jika kamu menemukan indikasi website yang menunjukan kualitas tidak baik, sebaiknya lakukan disavow, sebelum blog kamu terkena deindex Google.


5. Cloacking

Cloacking itu seperti mengarahkan pengguna Google ke konten yang berbeda dari yang ditampilkan di hasil pencarian Google.

Contoh sederhananya seperti ini, misalkan kamu punya blog teknologi, tapi disaat orang mengklik blog kamu dari hasil pencarian mereka akan diarahkan ke situs judi.

Cloacking biasanya di sebabkan oleh serangan hacker. Hacker menggunakan cloacking pada website yang memiliki traffic tinggi untuk mengarahkan pengunjung ke situs web yang mereka inginkan, biasanya website spam.

Cara Mengatasi:

Rutin melakukan scanning pada seluruh halaman blog menggunakan Google Search Console. Dengan GSC kamu bisa menemukan halaman yang bermasalah, kemudian memperbaikinya.


6. Algoritma Google Berubah

Update algoritma Google terbaru 2019 - #irvangen
Update algoritma Google terbaru 2019 – #irvangen

Perubahan algoritma juga dapat menyebabkan blog kamu terkena deindex. Kamu bisa terkena deindex jika melanggar algoritma terbaru dari Google.

Seperti keyword stuffing yang berlaku 10 tahun lalu, tapi sekarang praktik semacam itu sudah tidak berlaku lagi, bahkan bertentangan dengan algoritma terbaru.

Baca: Update Algoritma Google Terbaru 2019

Cara Mengatasi:

Jika kamu menemukan konten di blog yang masih belum mengikuti algoritma terkini, segeralah ubah konten tersebut sesuai dengan update algoritma Google terbaru.

Kamu harus selalu mengetahui update algoritma terbaru Google. Agar tidak ketinggalan mengenai SEO dan perkembangannya, kamu bisa berlangganan ke blog – blog yang membahas SEO seperti Search Engine Journal dan Blog Alexa.


7. Struktur Markup yang Misleading

Selain menampilkan meta deskripsi dan judul konten, Google juga memungkinkan kamu untuk menambah struktur markup yang berisi review, software atau rating seperti gambar dibawah ini.

struktur markup
struktur markup

Isi konten dan struktur markup harus sesuai. Jika struktur markup mengrahkan ke halaman blog yang jauh berbeda, Google akan menganggap struktup markup kamu misleading.

Kemungkinan terburuknya adalah blog kamu akan mengalami deindex Google.

Cara Mengatasi:

Google sudah memberikan panduan terkait bagaimana membuat struktur markup yang baik dan benar untuk sebuah konten blog.

Berikut panduan yang bisa kamu baca: Panduan membuat struktur markup dari Google


8. Domain Kadaluarsa

Apabila domain yang kamu gunakan sudah kadaluarsa dan tidak melakukan perpanjang, dengan otomatis domain kamu akan dihapus dari index Google.

Cara Mengatasi:

Sebaiknya kamu buat pengingat untuk perpanjang domain agar tidak lupa. Biasanya penyedia domain akan memberikan peringatan kepada pelanggannya untuk melakukan perpanjangan domain.

Biasanya diingatkan seminggu sebelum domain kadaluarsa.


9. Server Down

Server down dalam waktu lama juga dapat menyebabkan blog kamu terkena deindex oleh Google. Hal ini terjadi bila server  down kemudian aktif lagi, tetapi tidak bisa melakukan pengembalian terhadap semua data blog kamu.

Jadi blog kamu akan mengalami delisted bahkan lebih parahnya lagi terkena deindex.

Cara Mengatasi:

Teman – teman bisa menginstall website uptime monitoring supaya mendapatkan pemberitahuan setiap kali server hosting kamu mengalami down.

Beberapa tool website uptime monitoring yang bisa kamu gunakan adalah Uptime RobotPingdom dan Uptime.

Sebaiknya kamu juga lebih teliti dalam memilih layanan hosting untuk mencegah terjadinya server down. Saat ini Niagahoster merupakan penyedia hosting terbaik dengan tingkat uptime 99.98% per tahun.

Baca: Apa itu Hosting, Domain & Bagaimana Memilih Hosting yang Bagus


10. Website / Blog Mengandung Malware

Salah satu penyebab blog yang terkena deidex adalah kemungkinan adanya distribusi malware dalam blog. Jika ada hacker yang meretas situs blog kamu, mereka bisa menanamkan script berbahaya dan bisa menyebarkan software berbahaya kepada pengunjung blog.

Tentu Google tidak akan membiarkan usernya diarahkan ke situs web yang membahayakan mereka. Pengunjung akan mendapatkan peringatan seperti gambar dibawah ini ketika situs yang ia kunjungi terindikasi malware.

11 Penyebab Blog Deindex Google dan Bagaimana Cara Mengatasinya? 2

Cara Mengatasi:

Ketika blog kamu mengalami hal ini, identifiksikan terlebih dahulu apa yang jadi penyebabnya. Terdapat macam – macam serangan hack dan penanganan setiap serangannya berbeda – beda.

Jika kamu memiliki cadangan file website, sebaiknya restore dan pastikan file yang sudah dibackup sebelumnya bersih dari malware.

Baca: Cara Backup WordPress Manual Melalui cPanel


11. Salah Konfigurasi

Salah satu pengaturan blog, terdapat konfigurasi yang bisa kamu atur untuk menyembunyikan blog / website dari crawling mesin pencari.

Pengaturan ini biasana digunakan para pengembang web untuk membuat situs web percobaan tanpa diganggu adanya traffic dari hasil pencarian.

Ketika kamu menemukan bahwa blog masih status deindex, kamu mungkin bisa mengecek pengaturan ini terlebih dahulu. Mungkin admin lain atau kamu lupa menonaktifkan konfigurasi ini.

Bahkan tidak sedikit orang awam asal setting mengenai hal ini, seperti dulu waktu pertama saya belajar ngeblog salah menerapkan konfigurasi yang terletak di Pengaturan -> Preferensi Penulusuran -> Tag tajuk robot khusus dan saya setting noindex semua, alhasil blog tidak ditemukan di hasil pencarian Google.

11 Penyebab Blog Deindex Google dan Bagaimana Cara Mengatasinya? 3

Untuk mengetahui panduan dasar blogspot lebih lengkap baca artikel Panduan Blogspot Untuk Pemula

Cara Mengatasi:

Jika konfigurasi Tag tajuk robot khusus di biarkan secara default, namun masih belum ditemukan di hasil pencarian. Coba cek kembali di bagian Pengaturan -> Dasar -> Pastikan Pembaca Blog: Publik

11 Penyebab Blog Deindex Google dan Bagaimana Cara Mengatasinya? 4

Untuk WordPress cukup buka Dashboard kemudian pilih menu Pengaturan -> Membaca di menu paling bawah kamu akan menemukan pengaturan seperti gambar dibawah ini.

11 Penyebab Blog Deindex Google dan Bagaimana Cara Mengatasinya? 5

Pastikan kamu tidak menceklis di bagian Penampakan pada mesin pencari.


Kesimpulan

Siapapun tentu tidak ada yang berharap blognya mendapatkan deindex dari Google, termasuk kamu. Melalui artikel ini semoga dapat memberi pencerahan dan pengetahuan baru untuk mengatasi blog yang terkena deindex sehingga teman – teman bisa menghindari penyebab – penyebabnya.


Penutup

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan mengenai Cara Mengatasi Blog Kena Deindex Google dan Apa Penyebabnya. Jika kurang mengerti atau salah dalam penulisan maupun penyampaian, silahkan diskusikan di form komentar, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Nilai kualitas konten


Irvan Nurfazri
Fakir ilmu yang selalu berusaha memantaskan diri dihadapan-Nya.Menulis apa yang saya sukai dan berbagi apa yang saya ketahui.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *