Optimalkan Kecepatan Loading Blog Dengan Google PageSpeed Insight


3 shares
google-pagespeed-insights

IRVAN GEN – Bagaimana reaksi kamu ketika membuka situs blog dan loadingnya sangat lama? Tentu kamu akan merasa sebal bukan, dan segera menutup blog tersebut. Artikel ini akam membahas seputar Google Pagespeed Insight

Kamu tidak sendiri. Sebab, menurut Google, 53 persen pengguna internet di Indonesia akan meninggalkan situs blog yang loading blognya lebih dari 3 detik.

Pengalaman buruk menghadapi situs blog dengan loading yang lama seperti itu, tentu harus kamu pertimbangkan ketika membuat blog atau website.

Untuk memberikan user experience terbaik kepada pengunjung blog, kamu harus menyediakan website dengan kecepatan loading yang tinggi.

Alasan Pentingnya Optimasi Kecepatan Blog / Website

Selain pengunjung yang tidak sabar menunggu hasil loading blog, masih ada alasan lain mengapa kecepatan blog harus menjadi perhatian kamu.

Berikut 5 alasan pentingnya optimasi kecepatan blog / website:

1. Pengunjung tidak sabar

Pengguna internet tidak sabar untuk mendapatkan yang ia inginkan, baik itu mendapatkan informasi maupun membeli produk

Menurut riset Google, 53 persen pengguna internet Indonesia meninggalkan website yang loadingnya lebih dari 3 detik.

2. Pengunjung tidak kembali ke blog yang lambat

Sekali pengunjung tahu kalau website / blog kamu loading lama, kemungkinan besar mereka tidak akan kembali mengunjunginya.

Berdasarkan survey KissMetric, 79 persen pengunjung tidak akan kembali mengunjungi website yang mereka anggap lama loadinya-nya.

3. Menjawab kebutuhan masyarakat smartphone

Tidak bisa dipungkiri, smartphone atau telepon pintar telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari masyarakat Indonesia menurut riset Google 94 persen pengguna internet di Indonesia mengakses internet melalui smartphone.

Mayoritas pengguna internet Indonesia mengakses internet melalui smartphone karena lebih mudah dan lebih cepat diakses.

Sebagai pemilik blog, kamu harus menjawab tantangan ini dengan mengoptimasi kecepatan loading website di perangkat mobile.

4. Website cepat, Ranking semakin tinggi di Google

Untuk menentukan ranking di halaman pencarian Google, Google menggunakan beberapa faktor. Salah satu faktor utamanya adalah kecepatan loading website kamu.

Semakin cepat loading website, semakin bagus nilai website kamu di penilaian Google. Faktor ini berlaku untuk hasil pencarian di dekstop dan mobile.

5. Website cepat: Pengunjung Tumbuh Pesat dan Untung Juga Berlipat

Meningkatkan kecepatan loading blog tidak muncul tanpa tujuan. Kecepatan website yang tinggi akan meningkatkan pertumbuhan pengunjung website.

Selain itu, website yang cepat juga membuat pengalaman pengunjung jadi lebih baik sehingga memudahkan mereka untuk melakukan pembelian dan transaksi di website.


Mengapa Harus Google PageSpeed Insight?

Terdapat berbagai tool yang dapat membantu kamu dalam melakukan pengecekan kecepatan blog / website. Beberapa tool cek kecepatan blog yang dapat kamu gunakan adalah:

  • Pingdom
  • Geek Flare
  • GTMetrix
  • WebPageTest
  • Google PageSpeed Insight

Google PageSpeed Insight merupakan tool gratis yang menyediakan laporan paling akurat dibanding tool lainnya.

Selain itu, Google PageSpeed Insight adalah tool yang resmi di rilis oleh Google sebagai indikator penilaian yang di gunakan sudah sesuai dengan standar Google.

Sejak November 2018, Google PageSpeed Insight secara resmi menggunakan teknologi Lighthouse. Lighthouse sebelumnya merupakan tool terpisah yang di gunakan untuk mengecek perfoma situs dalam bentuk extension di Google Chrome.

Dijadikannya Lighthouse sebagai mesin analisis utama, Google PageSpeed Insight memberikan analisis yang lebih lengkap dan akurat.

Selain itu, kamu tidak perlu mendownload extension secara terpisah untuk melakukan pengecekan perfoma website secara mendalam. Cukup membuka situs Google PageSpeed Insight, kamu sudah bisa mengecek perfoma blog dengan mudah.

Baca: Tutorial Blogspot


Cara Menggunakan Google PageSpeed Insight

Berikut langkah – langkah cara menggunakannya dan penjelasan mengenai Google PageSpeed Insight.

#1. Buka Situs Google PageSpeed Insight

#2. Ketik Alamat Situs Blog

cara menggunakan google pagespeed insight - #irvangen
cara menggunakan google pagespeed insight – #irvangen

#3. Dapatkan Analisis
Optimalkan Kecepatan Loading Blog Dengan Google PageSpeed Insight 1

Google akan menilai kecepatan situs blog kamu menggunakan skala persen. Nilai 0 sampai 49 menunjukan bahwa situs kamu lambat. Nilai 50 sampai 89 persen menunjukan situs kamu sudah mencapai rata – rata. Dan nilai 90 sampai 100 persen menandakan bahwa situs kamu cepat.

Baca: Tutorial WordPress


#Cara Membaca Analisis Google PageSpeed Insight

Selain analisis kecepatan situs blog secara umum, PageSpeed Insight juga menjabarkan analisis menjadi 6 bagian.

Enam analisis tersebut adalah:

  • Field Data
  • Origin Summary
  • Lab Data
  • Opportunities
  • Diagnostics
  • Passed Audits

Berikut penjelasan dari masing – masing analisis diatas.

Field Data dan Origin Summary

Field Data dan Origin Summary merupakan nilai kecepatan First Contentful Paint dan First Input Delay.

First Contentful Paint merupakan jarak waktu dimana teks atau gambar pertama muncul. Sedangkan First Input Delay adalah jarak waktu antara interaksi pertama pengunjung (klik link/tautan) dan respon pertama browser menanggapi interaksi tersebut.

Blog kamu termasuk cepat jika kedua nilai First Contentful Paint dan First Input Delay sama – sama tinggi. Jika salah satu FCP atau FID, mendapatkan nilai rendah, maka blog kamu termasuk lambat.

Lab Data

lab data google pagespeed insight - #irvangen
lab data google pagespeed insight – #irvangen

#1. First Contentful Paint adalah waktu dimana teks atau gambar pertama muncul.

#2. Indeks Kecepatan menunjukan seberapa cepat halaman terlihat jelan. Semakin rendah semakin bagus.

#3. Waktu untuk Interaktif adalah waktu pertama yang menunjukan sebuah halaman yang dianggap interaktif secara penuh.

#4. First Meaningful Paint untuk mengukur kapan konten utama muncul dari sebuah halaman.

#5. CPU Pertama Tidak Ada Aktivitas menandakan waktu pertama dimana sebuah halaman pengunjung bisa melakukan input

#6. Perkiraan Latensi Masukan menunjukan waktu lama yang dibutuhkan sebuah website untuk merespon input yang dimasukan pengguna.

Opportunities (Peluang)

opportunities (peluang) google pagespeed insight - #irvangen
opportunities (peluang) google pagespeed insight – #irvangen

Peluang menunjukan apa saja langkah optimasi yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kecepatan blog.

Diagnostics

diagnostics google pagespeed insight - #irvangen
diagnostics google pagespeed insight – #irvangen

Diagnosis berisi detail kinerja blog kamu yang belum disebutkan analisis – analisis sebelumnya.

Passed Audits (Lulus Audit)

passed audit google pagespeed insight - #irvangen
passed audit google pagespeed insight – #irvangen

Lulus Audit merupakan laporan langkah – langkah optimasi apa saja yang berhasil kamu lakukan dalam meningkatkan kecepatan blog.


Tips Mendapatkan Score Tinggi di Google PageSpeed Insight

Google PageSpeed Insight menilai perfoma blog kamu dengan skala 0 sampai 100. Nilai skor tinggi di Google PageSpeed Insight menunjukan website kamu sudah berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan Google.

Mendapatkan skor 90 sampai 100 di Google PageSpeed Insight tentu menjadi tujuan semua pemiliki website / blog.

Baca: 15 Cara Mempercepat Loading Blog WordPress

Untuk bisa mencapai skor tersebut kamu perlu menyelesaikan masalah – masalah dari hasil diagnostics Google PageSpeed Insight.

Setiap blog tentu menghasilkan diagnosis yang berbeda – beda karena tema, konten dan konfigurasi yang di aplikasikan pun berbeda.

Namun, ada beberapa permalasahan yang paling umum di temui setelah melakukan pengecekan di PageSpeed Insight. Dari ukuran gambar terlalu besar, tidak mengaktifkan caching, sampai perfoma blog versi mobile yang tidak optimal.

Dibawah ini saya akan jelaskan cara mengatasi 4 permasalahan paling umum untuk mendapatkan skor tinggi di Google PageSpeed Insight.

1. Optimasi Gambar

Menambahkan gambar ke konten blog merupakan langkah yang bagus agar pengunjung tidak bosan dengan teks dan membantu pengunjung untuk memahami isi konten kamu.

Walaupun begitu, gambar juga bisa menjadi faktor lambatnya blog kamu. Gambar yang ukurannya telalu besar akan menurunkan kecepatan blog secara drastis. Oleh karena itu, kamu perlu melakukan ‘Compressing’ pada gambar – gambar yang akan di upload di blog.

Ada beberapa situs layanan compressing image yang dapat kamu gunakan untuk mengecilkan ukuran gambar tanpa merusak kualitasnya.

Kamu bisa melakukan compressing sebelum menguploadnya di situs WordPress atau Blogger menggunakan layanan image compressing seperti:

Selain itu, kamu juga bisa melakukan compressing di WordPress dengan bantuan plugin.

WordPress menyediakan berbagai plugin untuk membantu kamu dalam menyelesaikan masalah optimasi gambar. Beberapa rekomendasi plugin yang dapat kamu gunakan:

  1. WP Smush
  2. Imagify Image Optimizer
  3. ShortPixel Image Optimizer

2. Gunakan Browser Caching

Cache merupakan penyimpanan sementara data atau halaman HTML dan gambar dari sebuah blog / website untuk mengurangi penggunaan bandwith dan loading server.

Secara sederhana, cache adalah teknologi yang dapat membantu menampilkan halaman website lebih cepat.

Ketika pengunjung membuka blog / website kamu untuk pertama kali, sistem browser caching akan menyimpan data – data halaman yang dibuka pengunjung, mulai dari logo, gambar, hingga konten.

Dengan begitu, saat pengunjung membuka blog yang ke-2 kali dan seterusnya browser pengunjung tidak perlu melakukan request ke server untuk menampilkan data – data yang sama.

Sebab browser caching sudah menyimpan data – data tersebut dikomputer pengunjung sehingga bisa menampilkan halaman website lebih cepat.

Jika situs blog kamu menggunakan WordPress cukup mudah untuk mengaktifkan browser caching. Kamu bisa menggunakan bantuan plugin, tersedia banyak plugin caching di WordPress yang bisa kamu pilih.

Jika kamu menggunkan layanan hosting yang ditenagai LiteSpeed Web Server, sebaiknya gunakan LiteSpeed Cache. Selain menyediakan fitur browser caching, LiteSpeed Cache merupakan kombinasi yang sempurna dengan LiteSpeed Cache Web Server.

chart caching - #irvangen
chart caching – #irvangen

Kombinasi LiteSpeed Cache dan LiteSpeed Web Server akan meningkatkan kecepatan website kamu hingga berkali lipat.

Seperti yang dapat kamu lihat pada chart diatas, gabungan LSWS dan LiteSpeed Cache mengalahakan perfoma web server dan plugin manapun.

Kombinasi LSWC dan LSWS memungkinkan website kamu menerima 5.200 page request/detik.

3. Minify CSS, HTML dan JavaScript

Bukan hanya gambar saja yang memerlukan compressing. Kode HTML, JavaScript dan CSS pun perlu di kompres untuk mengoptimalkan kecepatan website melalui proses minify.

Minify merupakan proses pengurangan data yang berluang atau tidak penting di CSS, HTML dan JavaScript tanpa mengurangi kualitas yang ditampilkan di browser.

Dengan begitu browser akan lebih cepat membaca data – data di halaman blog / website.

Dibawah ini merupakan salah satu contoh proses minify.

Kode CSS sebelum melalui proses minify

Kode CSS setelah melalui proses Minify

Jadi lebih singkat bukan?

4. Optimasi Blog Versi Mobile

Perlu teman – teman ingat bahwa smartphone telah menjadi perangkat utama untuk mengakses internet. Data Statista menunjukan, pada tahun 2018 perangkat mobile telah mendominasi traffik website sebanyak 52,2%dan diperkirakan hal ini akan terus meningkat.

Di Indonesia saja, 94% pengguna internet mengaku menggunakan smartphone untuk mengakses internet. Tentu angka ini bukan angka yang dapat diabaikan begitu saja.

Sebagai pemilik situs, kamu dituntut untuk menyediakan website yang cepat dan responsif di perangkat mobile dan desktop. Membuat blog cepat dan responsif di perangkat desktop mungkin hal yang sudah biasa bagi kebanyakan orang.

Berbeda dengan membuat blog responsif juga cepat diperangkat mobile. Ketertarikan orang dalam masala ini masih cenderung rendah. Bahkan menurut sebuah surver, pada tahun 2017 baru 21% website bisnis online yang sudah teroptimasi untuk perangkat mobile.

Mungkin website / blog kamu (termasuk saya sendiri) salah satu dari 79% website yang masih belum mobile-friendly. Tapi tidak masalah, karena tidak ada kata terlamabat untuk mengoptimasi website di perangkat mobile.

Kalau di WordPress cukup mudah, tinggal gunakan plugin mobile WordPress untuk membuat website versi mobile yang cepat dan responsif, namun kalau menggunakan Blogger cukup ganti template yang sudah mendukung AMP.


Penutup

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan mengenai Cara Optimasi Blog dengan Google PageSpeed Insight. Jika kurang mengerti atau salah dalam penulisan maupun penyampaian, silahkan diskusikan di form komentar, semoga bermanfaat bagi kita semua.


Income Search:

  • menaikkan skor kecepatan google pagespeed insight
  • mempercepat loading website
  • mempercepat loading blogger
  • cara meningkatkan pagespeed website
  • mempercepat loading blog
  • trik mendapatkan skor hijau di google pagespeed insight
  • cara meningkatkan perfoma blog

Nilai kualitas konten


Irvan Nurfazri
Fakir ilmu yang selalu berusaha memantaskan diri dihadapan-Nya.Menulis apa yang saya sukai dan berbagi apa yang saya ketahui.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *