Apa Itu GitHub? Berikut Pengertian dan Fungsinya

Ditulis oleh Irvan Nurfazri

IRVAN GEN – Bagi seseorang yang baru memulai hidupnya di dunia website, pasti banyak yang bertanya, salah satunya “Apa itu GitHub?”. Jujur saja awalnya juga saya tidak tahu dan kurang ngerti soal GitHub, kenapa begitu populer.

Ternyata GitHub merupakan versioning code dan manajemen proyek, sekaligus platform jaringan sosial yang dirancang khusus untuk para developer.

Nah, lalu apa saja fungsi GitHub?

Kamu bisa bekerja bersama – sama dengan teman – teman dari berbagai belahan dunia, merencanakan & mengerjakan proyek, bahkan tracking pekerjaanmu.


Apa Itu Git?

Sebelum membahas GitHub lebih dalam lagi, teman – teman harus paham kalau Git adalah inti / jantung GitHub.

Git merupakan system pengontrol versi yang dikembangkan oleh Linus Torvalds (pencipta dan pengembang Linux).

Apa Itu Sistem Pengontrol Versi?

Ketika developer membuat sebuah proyek baru, mereka akan terus – menerus melakukan pembaruan terhadap kodenya.

Bahkan setelah projeknya online, mereka tetap harus memperbarui versinya seperti, menambah fitur baru, memperbaiki bug dan lain sebagainya.

Sistem pengontrol versi ini yang akan membantu developer dalam tracking (melacak) perubahan yang mereka lakukan terhadap basis kode.

Tidak cuma itu, sistem ini juga mencatat siapa saja yang membuat perubahan serta mengembalikan kode yang sudah dimodifikasi atau dihapus.

Karena Git menyimpan banyak salinan kode pada repositori, jadi tidak ada kode yang tertimpa.


Apa Itu Hub?

Jika Git diibaratkan jantung, maka Hub adalah jiwa GitHub. System Hub pada GitHub berfungsi untuk mengubah command line, seperti Git, menjadi jaringan sosial terbesar untuk para developer.

Selain berkontribusi untuk projek tertentu, GitHub juga memungkinkan penggunanya untuk berkomunikasi dengan orang – orang yang mempunyai kesamaan dalam visi dan misi.

Kamu, bahkan bisa follow rekan lain dan melihat projek yang dilakukan atau mencari tau siapa saja yang terhubung dengan mereka.


Repositori

Repositori merupakan direktori penyimpanan file projek. Disini kamu bisa menyimpan apapun selama itu masih berkaitan dengan projek yang sedang dibuat, misalnya saja kode, audio, gambar dan lain sebagainya.

Repositori sendiri berada di penyimpanan atau storage GitHub atau repositori lokal pada komputer kamu.


Branch

Branch adalah salinan dari repositori milik kamu. Branch digunakan ketika kamu akan melakukan suatu pengembangan atau development terpisah.

Pekerjaan yang dilakukan pada Branch tidak akan mempengaruhi repositori pusat atau Branch lainnya.

Jika pengembangan telah selesai, kamu bisa menggabungkan branch saat ini ke branch lainnya, juga repositori pusat menggunakan pull request.


Pull Request

Pull request adalah ketika kamu menginformasikan kepada pengguna bahwa kamu sudah push perubahan yang dilakukan pada branch ke master repositori.

Collaborator repositori akan menerima atau juga menolak pull request. Setelah pull request di acc, kamu bisa mendiskusikan dan mengulas projek bersama collaborator.

Dibawah ini merupakan langkah untuk membuat pull request di GitHub.

  1. Masuk ke repositori, kemudian cari menu Branch
  2. Pada menu branch, pilih Branch yang menyimpan commint kamu
  3. Klik opsi New pull request pada samping menu branch
  4. Kemudian masukan judul dan deskripsi pull request
  5. Terakhir, klik opsi Create pull request

Forking Repositori

Forking repositori itu ketika kamu membuat projek baru berdasarkan repositori yang sudah ada. Dalam arti yang sederhana, forking repositori berarti kamu menyalin repositori yang sudah ada, kemudian melakukan beberapa perubahan yang diperlukan, kemudian menyimpan versi terbarunya sebagai repositori baru dan menjadikan sebuah projek kamu sendiri.

Fitur ini akan membantu kamu memperbaiki serta meningkatkan pengembangan projek yang dilakukan. Karena projek hasil forking masih baru, maka tidak akan terjadi apa – apa pada repositori pusat.

Perubahan yang dilakukan pada repositori master juga bisa diterapkan di forking kamu saat ini.

Dibawah ini dua langkah untuk forking repositori GitHub.

  1. Cari repositori yang ingin di-forking.
  2. Klik opsi Fork.

Tidak Hanya Developer, GitHub dapat Digunakan Oleh Siapa Saja

GitHub berperan sangat penting dalam menyelesaikan pekerjaan developer. Namun, GitHub tidak terpaku pada developer saja. Siapapun dapat menggunakannya untuk mengelola projek dan bekerja bersama – sama dengan teman lainnya.

Jika saat ini kamu dan tim sedang mengerjakan sebuah projek yang harus diupdate berkala dan ingin me-tracking serta menyimpan perubahan apapun yang terjadi, maka GitHub ini merupakan platform pas untuk aktivitas seperti ini.

Selain itu ada juga alternatif GitHub seperti, GitLab dan BitBucket.

Tentang Penulis

Irvan Nurfazri

No one can bring you true happiness except Allah

Instagram : ig.com/irvan_gen

Tinggalkan Komentar